Sudah adilkah kita dengan ibu kita ?
Saat melihat tingkah polah kita yang menyebalkan, ibu masih setia memeluk dan memberi kehangatan..
Saat kita mempermalukannya, ibu masih saja berkata engkau anakku tersayang..
Saat kita mendekatinya, beliau justru berlari mendekati kita dengan membawa cinta..
Saat kita mengecup tangannya terasa aroma surga dari dalam dirinya..
Saat kita sendiri dalam kegelapan, beliau rela menjadi pelita..
Saat kita gagal membahagiakannya, beliau tetap tersenyum sambil berkata engkau berhasil..
Saat beliau menyapu keringat setelah seharian mebahagiakan kita, senyum masih terpancar dari bibirnya..
Saat beliau bahagia, hatinya berkata, Anakku kemarilah, mari nikmati kebagagiaan ini bersama..
Saat duka menyelimutinya, beliau berkata, Jangan sampai kedukaan ini menyelimutimu nak ..
Saat kita meninggalkannya, beliau berkata pergilah demi kebahagiaanmu
tapi...,
Saat kita tertawa bersama teman-teman kita, ingatkah kita dengan dirinya ?
Saat rindu dengan pasangan kita, pernahkah kita merasakan kerinduan yang sama terhadapnya ?
Saat mendapat kebahagiaan, siapa orang pertama yang kita ajak tertawa, ibu kita kah ?
Saat dia tidak menuntut apa-apa, kita malah menuntut agar beliau jadi sosok ibu sempurna
Pantaskah kita tidak membahagiakannya setelah nyawa kita adalah hasil pertaruhan nyawanya ?
setelah tangisnya adalah demi kebahagiaan kita ?
buat ibu, mama, mami, bunda, emak, nyak, ummi, mom, mimi, atau apalah
panggilannya ... ijinkan aku mengukir senyum di bibirmu sepanjang
hidupku :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar