Peeppip Neverwalkalone
kemarin ku bersedih, dalam hening, dalam diam, tanpa airmata... namun ia tahu aku bersedih, sekarang aku telah tertawa, walau masih ada luka di mataku.
Kamis, 26 Juli 2012
~Kala Sunyi
Kucari udara kesunyian di batas angan
ketika malam menyingkap tabir gelap, tertulis pada langit-langit..,
pada angin, pada gemintang pada dedaunan.
Kucari kelegaan dan pengampunan, dibatas sujud lemah ku…
sekedar menghalau perih.., telah ku untai selaksa duka di pucuk-pucuk pepohonan
yang memberikan keteduhan sekian lama.
Berikan aku sekedar kerelaan…jikalau rapuh ku meranggas melukai mu.
Mengoyak.., meruntuhkan keteguhan..!
Adakah sekedar memahami sisi dari kelemahan dan kealpaan jiwaku ?
Masih kucari..,
masih kurindukan udara Mu.., kerelaan Mu.., pengampunan Mu.. ya Rabb :(
Jumat, 20 Juli 2012
::RAMADHAN::
Ada sekuntum hari
Dimana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu
Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup
Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfiroh
Gericiknya dzikir dan tadarrus
Tepiannya do'a lemah lembut, lirih dan berpasrah hati
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia
Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta
dan salah satu cara bertegur sapa dengan Alloh
karena dengan lapar dan haus
kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya
bisa lebih memahami
bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
di antara kemahaluasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
karena Ia lebih
di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat
dan segala kebaikan
juga Nuzulul Qur’an dan Lailatur Qodar
Rabu, 18 Juli 2012
Jumat, 29 Juni 2012
~Love Like a Color~
"Cinta" itu seperti warna..
lebih mudah dinikmati, dirasakan, dan dimaknai sendiri,
dibanding ketika mencoba menjelaskannya melalui media kata-kata..
Mintalah seseorang menjabarkan bagaimana biru, maka dia kemungkinan akan diam,
bingung merangkai kata untuk mendeskripsikannya.
Tapi mintalah ia menunjukkan biru,
maka ia akan menunjukkan mulai dari hamparan langit, sampai bentangan samudra,
hingga kau tahu apa itu biru...
Begitupun cinta...
Jika kau pinta aku menjabarkan cinta, maka aku akan diam..
namun cobalah minta aku menunjukkannya, maka aku akan berdiri di sampingmu,
di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu..
dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi..
dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih..
Dan kau pun akan tahu..!!
"CINTA".., selalu ada banyak hal yang dijabarkan tentang kata yang satu ini.. :)
lebih mudah dinikmati, dirasakan, dan dimaknai sendiri,
dibanding ketika mencoba menjelaskannya melalui media kata-kata..
Mintalah seseorang menjabarkan bagaimana biru, maka dia kemungkinan akan diam,
bingung merangkai kata untuk mendeskripsikannya.
Tapi mintalah ia menunjukkan biru,
maka ia akan menunjukkan mulai dari hamparan langit, sampai bentangan samudra,
hingga kau tahu apa itu biru...
Begitupun cinta...
Jika kau pinta aku menjabarkan cinta, maka aku akan diam..
namun cobalah minta aku menunjukkannya, maka aku akan berdiri di sampingmu,
di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu..
dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi..
dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih..
Dan kau pun akan tahu..!!
"CINTA".., selalu ada banyak hal yang dijabarkan tentang kata yang satu ini.. :)
Kamis, 28 Juni 2012
Sudah adilkah kita dengan ibu kita ?
Saat melihat tingkah polah kita yang menyebalkan, ibu masih setia memeluk dan memberi kehangatan..
Saat kita mempermalukannya, ibu masih saja berkata engkau anakku tersayang..
Saat kita mendekatinya, beliau justru berlari mendekati kita dengan membawa cinta..
Saat kita mengecup tangannya terasa aroma surga dari dalam dirinya..
Saat kita sendiri dalam kegelapan, beliau rela menjadi pelita..
Saat kita gagal membahagiakannya, beliau tetap tersenyum sambil berkata engkau berhasil..
Saat beliau menyapu keringat setelah seharian mebahagiakan kita, senyum masih terpancar dari bibirnya..
Saat beliau bahagia, hatinya berkata, Anakku kemarilah, mari nikmati kebagagiaan ini bersama..
Saat duka menyelimutinya, beliau berkata, Jangan sampai kedukaan ini menyelimutimu nak ..
Saat kita meninggalkannya, beliau berkata pergilah demi kebahagiaanmu
tapi...,
Saat kita tertawa bersama teman-teman kita, ingatkah kita dengan dirinya ?
Saat rindu dengan pasangan kita, pernahkah kita merasakan kerinduan yang sama terhadapnya ?
Saat mendapat kebahagiaan, siapa orang pertama yang kita ajak tertawa, ibu kita kah ?
Saat dia tidak menuntut apa-apa, kita malah menuntut agar beliau jadi sosok ibu sempurna
Pantaskah kita tidak membahagiakannya setelah nyawa kita adalah hasil pertaruhan nyawanya ?
setelah tangisnya adalah demi kebahagiaan kita ?
buat ibu, mama, mami, bunda, emak, nyak, ummi, mom, mimi, atau apalah
panggilannya ... ijinkan aku mengukir senyum di bibirmu sepanjang
hidupku :')
Rabu, 27 Juni 2012
~coretan senja
Aku ingin ke pantai
Menikmati matahari senja
Memandangi langit jingga
Resapi ingatan dan kenangan indah ku
Aku ingin ke hutan
Menikmati segarnya embun pagi
Memandangi hijaunya alam ku
Rasakan besar dan dalamnya kerinduan ku
Kebahagiaan ku,
Bukan ditentukan oleh orang lain
Yang terbaik dari semuanya oleh diriku sendiri
If my happiness is a sin, why don't you erase my existence
Jalanku tak kuinginkan tuk panjang
Lelah akan romantika kehidupan
Jauh dari bias nafsu dunia
Lay down my finger into the silence, and I can keep smile
Bila tiba waktuku
Sampaikan salamku, pamit ku pada semuanya
Pada matahari ku,
Pada pohon ku,
Pada ilalang ku,
Pada bunga-bunga setia ku
Terutama kepada "rembulan ku" yang selalu kurindukan.
Menikmati matahari senja
Memandangi langit jingga
Resapi ingatan dan kenangan indah ku
Aku ingin ke hutan
Menikmati segarnya embun pagi
Memandangi hijaunya alam ku
Rasakan besar dan dalamnya kerinduan ku
Kebahagiaan ku,
Bukan ditentukan oleh orang lain
Yang terbaik dari semuanya oleh diriku sendiri
If my happiness is a sin, why don't you erase my existence
Jalanku tak kuinginkan tuk panjang
Lelah akan romantika kehidupan
Jauh dari bias nafsu dunia
Lay down my finger into the silence, and I can keep smile
Bila tiba waktuku
Sampaikan salamku, pamit ku pada semuanya
Pada matahari ku,
Pada pohon ku,
Pada ilalang ku,
Pada bunga-bunga setia ku
Terutama kepada "rembulan ku" yang selalu kurindukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
